cerita islami menyentuh hati

40Puisi Kehidupan Penuh Makna dan Harapan Penyemangat Hidup. 22 Kumpulan Puisi Ayah yang Menyentuh Hati. 35 Contoh Puisi Ulang Tahun Menyentuh Hati Untuk Pacar, Sahabat, Bunda. 47 Kumpulan Puisi Ibu Sedih Menyentuh Hati Untuk Bunda. Puisi Islami Sangat Menyentuh Hati. Nah berikut adalah beberapa kumpulan contoh puisi islami yang menyentuh hati. Kisahislami menyentuh hati kali ini, datang dari cerita yang dituturkan kembali, oleh salah seorang dosen hukum di salah satu universitas terkemuka di Indonesia. Selain berprofesi sebagai seorang dosen, beliau juga seorang notaris. Dari sekian banyak klien, salah satunya ada seorang waria. Beliau cukup dekat, dan mengetahui kehidupan waria ini. 2cerita islami anak tentang kejujuran berikut ini dapat Parents ceritakan pada buah hati tercinta. Kisah kejujuran yang menyentuh dan penuh hikmah. Membiasakan membaca buku sebelum tidur akan menciptakan bonding yang kuat antara Parents dan si kecil. 7Puisi Renungan Santri yang Menyentuh Hati. Oleh Kisah Web 21 Apr, 2021 Posting Komentar. Kisah Web - Puisi renungan santri adalah sajak yang menggambarkan tentang kehidupan santri. Bait-bait dalam puisi bisa digunakan sebagai ungkapan dengan kandungan makna didalamnya. Tujuanya untuk muhasabah atau bahan renungan. KataKata Persahabatan yang Memotivasi dan Menyentuh Hati 40 Cerita Lucu yang Bisa Membuat Tertawa Saat Membacanya 19 Cerita Cinta Sejati, Romantis, Sedih, Islami, Inspiratif 9+ Contoh Motto Hidup Singkat, Pelajar, Islami, Bermakna, Capai Kesuksesan Kata Ucapan Belasungkawa, Menyentuh Hati, Islami, Kristen, Site De Rencontre Dans Le 71. Cerita cinta Islami menyentuh hati selalu bisa menginspirasi kaum muslim. Banyak cerita dari para sahabat Nabi tentang kisah cinta pada jaman dulu. Kalau Anda mengira kisah percintaan hanya ada pada jaman setelah Nabi, hal itu salah. Malahan kisah cinta jaman dulu banyak perjuangan dan pengorbanan yang melebihi kisah Romeo dan Juliet di jaman modern. Simak berikut ini cerita cinta Islami menyentuh hati Cerita Cinta Islami Menyentuh Hati dari Sahabat Nabi Handzalah-Jamilah, Kisah Cinta Sahabat Nabi yang Mengharukan Handzalah bin Abi Amir merupakan sosok pemuda Anshar yang tangguh dari Kabilah Aus. Ia juga menjadi salah satu sahabat Nabi yang sangat tunduk kepada perintahnya. Suatu hari, Handzalah menikah di Madinah dengan seorang perempuan yang dicintainya bernama Jamilah binti Abdullah. Perjalanan asmara antara Handzalah dan Jamilah disebut-sebut sebagai kisah cinta sahabat Nabi yang mengharukan karena harus mengutamakan rasa cintanya kepada Allah. Dikisahkan setelah hari pernikahan Handzalah, ia meminta izin kepada Rasulullah untuk bermalam bersama istrinya. Rasulullah pun mengizinkan. Layaknya pasangan yang baru menikah Handzalah dan Jamilah diselimuti rasa bahagia dengan menyandang status baru sebagai suami-istri. Akan tetapi suasana kota Madinah saat itu memang tengah mencekam karena isu peperangan. Sejumlah prajurit Muslim banyak bersiaga di berbagai sudut kota. Meski mencekam, di malam itu juga Handzalah sedang menikmati malam pengantin bersama istri tercinta. Malam kebahagiaan telah berlalu setelah terbitnya fajar. Handzalah pun melaksanakan salat Subuh namun ia segera kembali ke pelukan istrinya. Di saat bersamaan terdengar sayup-sayup suara yang menyerukan “Mari Berjihad” sebagai pertanda dari Rasulullah untuk memerintah perang. Berat sekali pilihan Handzalah kala itu karena harus memenuhi perintah Rasulullah dan meninggalkan istri tercintanya seorang diri tepat pada malam pernikahannya yang pertama. Namun karena keteguhan hati, pendirian, serta kepatuhannya kepada Rasulullah dan agama, ia pun bergegas memenuhi panggilan perang tersebut. Begitupun dengan istri Handzalah. Jamilah sangat mendukung suaminya untuk ikut dalam peperangan karena rasa cinta keduanya kepada Allah juga lebih tinggi. Jamilah hanya bisa memeluk dan menatap Handzalah sebagai tanda perpisahan melepas kepergian sang suami untuk berjihad melawan kaum Quraisy pada Perang Uhud. Sebuah pedang dibawa Handzalah untuk berperang. Keadaan dirinya saat pergi tidak sempat mandi junub. Dalam keadaan junub Handzalah segera bergabung dengan para prajurit Muslim Rasulullah, sambil menghadap musuh dari kaum kafir Abu Sufyan. Pada sesi pertama prajurit Muslim mampu mengalahkan musuh, namun kawanan Muslim kembali diserang dari belakang. Saat itu juga Handzalah dihantam pedang dan belati oleh kaum kafir Quraisy sambil dilempari anak panah serta tombak. Tubuh Handzalah terbujur dan meninggal. Setelah peperangan Rasul mulai mencari tahu satu per satu prajurit Muslim yang gugur dalam perang Uhud. Tidak berselang lama Rasul melihat jasad Handzalah dalam keadaan bersih dari bercak darah. Bahkan rambutnya basah, padahal kondisi Bukit Uhud gersang tanpa air. Semua yang melihat takjub, namun sahabat Nabi memberitahu bahwa Handzalah baru saja menikah dan ia dalam keadaan junub. Nabi pun mengatakan, “Aku melihat dia telah dimandikan oleh para malaikat di antara langit dan bumi.” “Handzalah meninggal dengan status syahid dimuliakan oleh para malaikat karena keteguhan membela Islam,” tulis Muhammad Nasrulloh dalam buku Kisah-kisah Inspiratif Sahabat Nabi tentang Handzalah yang Dimandikan Malaikat. Kabar meninggalnya Handzalah sampai pada Jamilah yang tengah menanti kepulangan suaminya usai berperang. Rasa sedih mendalam menyelimuti hati Jamilah, ia tidak pernah menyangka akan menjanda secepat itu setelah hari pernikahannya yang baru digelar. Kepergian Handzalah memang sangat cepat dan mengukir sebuah kisah cinta sahabat Nabi yang mengharukan. Namun Jamilah tetap bersabar serta ikhlas melepasnya ke pangkuan Allah. Sejak saat itu Handzalah tidak sekadar dijuluki mujahid melainkan mendapat sebutan Ghasilul Malaikah, yakni orang yang disucikan makhluk Allah yakni para malaikat. Ummu Sulaim dan Abu Thalhah Siapa yang tidak kenal kisah cinta Ummu Sulaim dan Abu Thalhah dengan keislaman sebagai maharnya. Bahkan hingga Tsabit seorang perawi hadits- meriwayatkan dari Anas, “Sama sekali aku belum pernah mendengar seorang wanita yang maharnya lebih mulia dari Ummu Sulaim, yaitu keislaman suaminya.” Ummu Sulaim merupakan janda dari Malik bin Nadhir. Abu Thalhah yang memendam rasa cinta dan kagum akhirnya memutuskan untuk menikahi Ummu Sulaim tanpa banyak pertimbangan. Namun di luar dugaan, jawaban Ummu Sulaim membuat lidahnya menjadi kelu dan rasa kecewanya begitu menyesakkan dada, meski Ummu Sulaim berkata dengan sopan dan rasa hormat, “Sesungguhnya saya tidak pantas menolak orang yang seperti engkau, wahai Abu Thalhah. Hanya sayang engkau seorang kafir dan saya seorang muslimah. Maka tak pantas bagiku menikah denganmu. Coba Anda tebak apa keinginan saya?” “Engkau menginginkan dinar dan kenikmatan,” kata Abu Thalhah. “Sedikitpun saya tidak menginginkan dinar dan kenikmatan. Yang saya inginkan hanya engkau segera memeluk agama Islam,” tukas Ummu Sualim tandas. “Tetapi saya tidak mengerti siapa yang akan menjadi pembimbingku?” tanya Abu Thalhah. “Tentu saja pembimbingmu adalah Rasululah sendiri,” tegas Ummu Sulaim. Maka Abu Thalhah pun bergegas pergi menjumpai Rasulullah SAW. yang mana saat itu tengah duduk bersama para sahabatnya. Melihat kedatangan Abu Thalhah, Rasulullah SAW. berseru, “Abu Thalhah telah datang kepada kalian, dan cahaya Islam tampak pada kedua bola matanya.” Hingga tanpa terasa di hadapan Rasulullah SAW. lisan Abu Thalhah basah mengulang-ulang kalimat, “Saya mengikuti ajaran Anda, wahai Rasulullah. Saya bersaksi, bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi kecuali Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan-Nya.” Menikahlah Ummu Sulaim dengan Abu Thalhah, sedangkan maharnya adalah keislaman suaminya. Selanjutnya mereka menjalani kehidupan rumah tangga yang damai dan sejahtera dalam naungan cahaya Islam. Cerita Cinta Islami Menyentuh Hati dari Rasulullah Rasulullah SAW dengan Siti Khadijah Siapa yang tidak kenal kisah percintaan Rasulullah SAW dengan Siti Khadijah, istri yang berjuang dengan sungguh-sungguh bersama dengan Rasulullah dalam menyebarkan agama islam. Sekaligus ibu dari anak-anak Rasulullah SAW. Apalagi figur Rasulullah selalu menjadi teladan yang baik bahkan dari kisah cintanya. Alkisah ternyata Rasulullah telah memendam cintanya pada Khadijah sebelum mereka menikah. Saat sahabat Khadijah, Nafisah binti Muniyah, menanyakan kesediaan Nabi SAW. untuk menikahi Khadijah, maka Beliau menjawab Ya, seolah-olah Beliau memang telah menantikannya sejak lama. Setahun setelah Khadijah meninggal, ada seorang wanita shahabiyah yang menemui Rasulullah SAW. Wanita ini bertanya, “Ya Rasulullah, mengapa engkau tidak menikah? Engkau memiliki 9 keluarga dan harus menjalankan seruan besar.” Sambil menangis Rasulullah SAW menjawab, “Masih adakah orang lain setelah Khadijah?” Kalau saja Allah tidak memerintahkan Muhammad SAW untuk menikah, maka pastilah Beliau tidak akan menikah untuk selama-lamanya. Nabi Muhammad SAW menikah dengan Khadijah layaknya para lelaki. Sedangkan pernikahan-pernikahan setelah itu hanya karena tuntutan risalah Nabi SAW, Beliau tidak pernah dapat melupakan istri Beliau ini walaupun setelah 14 tahun Khadijah meninggal. Rasulullah SAW dan Aisyah Sudah banyak cerita dan buku-buku islam yang mengisahkan bagaimana cintanya Rasulullah SAW dengan Aisyah putri Abu Bakar. Bahkan, jika Rasulullah SAW ditanya siapa istri yang paling dicintainya, Rasul menjawab,”Aisyah.” Tapi walaupun begitu, rasa cinta Rasulullah kepada Khadijah tetaplah besar, ketika ditanya tentang cintanya pada Khadijah, beliau menjawab, “Cinta itu Allah karuniakan kepadaku.” Cinta Rasulullah pada keduanya berbeda, tapi keduanya lahir dari satu yang sama pesona kematangan. Pesona Khadijah adalah pesona kematangan jiwa. Pesona ini melahirkan cinta sejati yang Allah kirimkan kepada jiwa Nabi SAW. Cinta ini pula yang masih menyertai nama Khadijah tatkala nama tersebut disebut-sebut setelah Khadijah tiada, sehingga Aisyah cemburu padanya. Sedangkan Aisyah adalah gabungan dari pesona kecantikan, kecerdasan, dan kematangan dini. Ummu Salamah berkata, “Rasul tidak dapat menahan diri jika bertemu dengan Aisyah.” Ali Bin Abi Thalib dan Fatimah Kisah percintaan lainnya yang selalu membuat siapapun berdebar dan berdecak kagum ketika membaca kisahnya yaitu kisah cinta Ali dan Fatimah Putri Rasulullah SAW. Bagaimana kisah cinta itu terbingkai dalam keindahan yang luar biasa, terjaga kerahasiaanya dalam sikap, ekspresi, dan kata, hingga akhirnya Allah menyatukan mereka dalam suatu pernikahan. Konon saking rahasianya, setan saja tidak tahu menahu soal cinta di antara mereka. Subhanallah. Ali terpesona pada Fatimah sejak lama, disebabkan oleh kesantunan, ibadah, kecekatan kerja, dan paras putri kesayangan Rasulullah SAW. itu. Ia pernah tertohok dua kali saat Abu Bakar dan Umar bin Khattab melamar Fatimah sementara dirinya belum siap untuk melakukannya. Namun kesabarannya berbuah manis,lamaran kedua orang sahabat yang tak diragukan lagi kesholehannya tersebut ternyata ditolak Rasulullah SAW. Akhirnya Ali memberanikan diri. Dan ternyata lamarannya kepada Fatimah yang hanya bermodal baju besi diterima. Di sisi lain, Fatimah ternyata telah memendam cintanya kepada Ali sejak lama. Dalam suatu riwayat dikisahkan bahwa suatu hari setelah kedua menikah, Fatimah berkata kepada Ali “Maafkan aku, karena sebelum menikah denganmu. Aku pernah satu kali merasakan jatuh cinta pada seorang pemuda dan aku ingin menikah dengannya.” Ali pun bertanya mengapa ia tetap mau menikah dengannya, dan apakah Fatimah menyesal menikah dengannya. Sambil tersenyum Fathimah menjawab, “Pemuda itu adalah dirimu.” Cerita Cinta Islami Menyentuh Hati dari Nabi Yusuf As. Zulaikha dan Yusuf As. Cinta Zulaikha kepada Yusuf As. konon begitu dalam hingga Zulaikha takut cintanya kepada Yusuf merusak cintanya kepada Allah Swt. Berikut sedikit ulasan tentang cinta mereka. Zulaikha adalah seorang puteri raja sebuah kerajaan di barat Maghrib negeri Mesir. Beliau seorang puteri yang cantik menarik. Beliau bermimpi bertemu seorang pemuda yang menarik rupa parasnya dengan pribadi yang amanah dan mulia. Zulaikha pun jatuh hati padanya. Kemudian beliau bermimpi lagi bertemu dengannya tetapi tidak tahu namanya. Kali berikutnya beliau bermimpi lagi, lelaki tersebut memperkenalkannya sebagai Wazir kerajaan Mesir. Kecintaan dan kasih sayang Zulaikha kepada pemuda tersebut terus berputik menjadi rindu dan rawan sehingga beliau menolak semua pinangan putra raja yang lain. Setelah bapaknya mengetahui isi hati putrinya, bapaknya pun mengatur risikan ke negeri Mesir sehingga mengasilkan majelis pernikahan dengan Wazir Negeri Mesir. Memandang Wazir tersebut atau al Aziz bagi kali pertama, hancur luluh dan kecewalah hati Zulaikha. Hatinya hampa dan amat terkejut, bukan wajah tersebut yang beliau temui di dalam mimpi dahulu. Bagaimanapun ada suara ghaib berbisik padanya “Benar, ini bukan pujaan hati kamu. Tetapi hasrat kamu kepada kekasih kamu yang sebenarnya akan tercapai melaluinya. Janganlah kamu takut kepadanya. Mutiara kehormatan engkau sebagai perawan selamat bersama-sama dengannya.” Perlu diingat sejarah Mesir menyebut, Wazir di kerajaan Mesir tersebut adalah seorang kasi, yang dikehendaki berkhidmat sepenuh masa kepada baginda raja. Oleh yang demikian Zulaikha terus bertekad untuk terus taat kepada suaminya karena ia percaya ia selamat bersamanya. Demikian masa berlalu, sehingga suatu hari al-Aziz membawa pulang Yusuf yang dibelinya di pasar. Sekali lagi Zulaikha terkejut besar, itulah Yusuf yang dikenalinya didalam mimpi. Tampan, menarik dan menawan. Sabda Nabi SAW. yang diriwayatkan oleh Hammad dari Tsabit bin Anas memperjelasnya “Yusuf dan ibunya telah diberi oleh Allah separuh kecantikan dunia.” Kisah Zulaikha dan Yusuf direkam di dalam Al Quran pada Surah Yusuf ayat 21 sampai 36 dan ayat 51. Selepas ayat tersebut Al Quran tidak menceritakan kelanjutan hubungan Zulaikha dengan Yusuf Namun Ibn Katsir di dalam Tafsir Surah Yusuf memetik bahwa Muhammad bin Ishak berkata bahwa kedudukan yang diberikan kepada Yusuf oleh raja Mesir adalah kedudukan yang dulunya dimiliki oleh suami Zulaikha yang telah dipecat. Juga disebut-sebut bahwa Yusuf telah beristrikan Zulaikha sesudah suaminya meninggal dunia, dan diceritakan bahwa pada suatu ketika berkatalah Yusuf kepada Zulaikha setelah ia menjadi istrinya, “Tidakkah keadaan dan hubungan kita sekarang ini lebih baik dari apa yang pernah engkau inginkan?” Zulaikha menjawab, “Janganlah engkau menyalahkan aku, hai kekasihku, aku sebagai wanita yang cantik, muda belia bersuamikan seorang pemuda yang berketerampilan dingin, menemuimu sebagai pemuda yang tampan, gagah perkasa bertubuh indah, apakah salah bila aku jatuh cinta kepadamu dan lupa akan kedudukanku sebagai wanita yang bersuami?” Dikisahkan bahwa Yusuf menikahi Zulaikha dalam keadaan gadis perawan dan dari perkawinan itu memperoleh dua orang putra Ifraitsim bin Yusuf dan Misya bin Yusuf. Sebenarnya masih banyak cerita cinta Islami menyentuh hati lainnya dalam sejarah islam yang bisa kita teladani dan sangat indah. Jadi jangan pernah berhenti belajar dan berdoa, agar kisah cinta itu dapat terilhami dalam kisah cinta kita. Kisah cinta yang baik hanya karena Allah SWT. Source 403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID PY_0HV6oB2FZNbN5VRmH04zJvcYIHCaMOIow_7wU0YXAZ4s386T0Og== Jakarta Novel islami bisa menjadi hiburan di waktu luang bagi seorang muslim. Apalagi banyak pelajaran yang bisa kamu dapatkan dari membaca novel-novel tersebut, baik pelajaran kehidupan secara umum, hingga pelajaran agama Islam. Fiksi adalah Kisah Khayalan, Kenali Karakteristik dan Jenisnya 11 Perbedaan Cerpen dan Novel yang Mudah Dipahami Spoiler Adalah Membeberkan Isi Cerita, Kenali Ciri-Ciri dan Dampaknya Banyak rekomendasi novel Islami yang bisa kamu baca. Salah satu genre yang sangat digemari di Indonesia tentunya adalah novel Islami romantis. Hubungan asmara antara laki-laki dan perempuan biasanya lebih menarik jika dikemas dengan nuansa agama islam. Rekomendasi novel Islami yang bagus ditulis oleh para penulis handal yang namanya sudah tidak asing lagi di telinga kebanyakan orang. Kamu tentunya sudah mengenali nama-nama besar seperti Habiburrahman El Shirazy, Asma Nadia, maupun A. Fuadi. Berikut rangkum dari berbagai sumber, Kamis 25/5/2023 tentang novel mengadaptasi novel karya penulis Indonesia menjadi sebuah film. Bagaimana kisahnya? Yuk simak video berikut1. Ayat-Ayat Cinta - Habiburrahman El ShirazyDaftar film-film religi Indonesia yang megadaptasi dari novel terbaik. Foto via novel Islam yang pertama adalah Ayat-Ayat Cinta karya Habiburrahman El Shirazy. Novel yang memiliki setting di Universitas Al-Azhar, Mesir ini berkisah tentang perjalanan hidup Fahri. Sebagai lelaki yang cerdas, sholeh, dan terpelajar, Fahri pun disukai banyak perempuan. Akhirnya, dia menjatuhkan pilihan kepada Aisyah. Tak melulu kisah asmara, novel ini juga mengandung pesan toleransi. Selain itu, ada pula bagian yang mengangkat isu kekerasan terhadap Surga yang Tak Dirindukan - Asma NadiaRekomendasi novel Islami selanjutnya yaitu Surga yang Tak Dirindukan. Novel ini berisi kisah tentang kehidupan dua perempuan yang memiliki karakter berbeda. Meski awalnya punya kehidupan yang berbeda dan tak saling kenal, mereka akhirnya dipertemukan karena menikahi laki-laki yang sama. Perempuan pertama bernama Arini, seorang penulis yang cerdas dan sholehah. Perempuan kedua bernama Mei Rose, seorang non muslim perawakan Tionghoa yang hidup di bawah kerasnya penderitaan. Mereka berdua menikah dengan laki-laki bernama Andika Prasetya. Poligami menjadi isu besar yang diangkat dalam cerita Negeri 5 Menara - A. FuadiNegeri 5 Menara karya Ahmad Fuadi merupakan rekomendasi novel Islami berikutnya. Novel ini memiliki nilai-nilai keislaman yang terpancar kuat. Novel Negeri 5 Menara bertemakan pendidikan santri dan persahabatan. Novel ini menceritakan kehidupan Alif bersama lima sahabatnya, yang mana keenam sahabat tersebut berasal dari latar belakang daerah yang berbeda-beda. Mereka dipertemukan saat melakukan pendidikan di Pondok Pesantren Madani PM, Ponorogo, Jawa Hijrah Itu Cinta - Abay AdhityaHijrah Itu Cinta merupakan salah satu rekomendasi novel Islami yang bisa kamu baca. Tokoh utama dalam novel ini bernama Senja dan Satria yang saling menyukai. Namun, Satria malah menjebak Senja di sebuah hotel. Untungnya, Senja berhasil kabur dan menghindari hal tak tak dia inginkan. Suatu hari, Senja mendapatkan surat wasiat dari mendiang ayah kandungnya. Dalam surat itu tertulis tentang pertobatan dari perbuatan zina. Senja pun mengajak Satria untuk berhijrah. Namun, teman lamanya yang bernama Fajar tiba-tiba datang ke 99 Cahaya di Langit Eropa - Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra99 Cahaya di Langit Eropa, Hanum Rais. via novel Islami berikutnya adalah 99 Cahaya di Langit Eropa karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra. Buku autobiografi ini bercerita tentang keduanya yang tinggal sebagai minoritas di Wina, Austria. Novel ini tidak hanya menceritakan bagaimana pengalaman Hanum merasa diremehkan sebagai perempuan muslim. Tetapi Hanum dan Rangga menceritakan tentang kejayaan agama Islam berabad lalu di benua Eropa. Bahkan Hanum dan Rangga baru mengetahui banyak hal tentang kejayaan agama Islam di Eropa sejak bertemu Fatma Pasha, imigran asal Turki. Selain itu, novel ini mengajarkan kita untuk saling menghargai agama lainnya. Bahkan Hanum sangat mengagumi Fatma yang membalas oknum rasis dengan kebaikan. Dari situlah Hanum sadar kalau setiap umat Islam harus menjadi agen muslim yang baik Assalamualaikum Beijing! - Asma NadiaMengangkat ide cinta beda agama, novel Islami yang berjudul Assalamualaikum Beijing! ini cukup menarik untuk dibaca. Novel karya Asma Nadia ini berkisah tentang tokoh Zhongwen dan Asma yang saling jatuh cinta. Mereka saling mencintai, tapi terhalang dengan perbedaan keyakinan. Selanjutnya, Zhongwen memutuskan untuk menjadi mualaf, tapi ada permasalahan lain yang muncul. Mungkin, kisah akan akan terasa relatable untuk kalian yang pernah mengalami kisah Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck - HamkaTenggelamnya Kapal Van Der Wijck. Sumber Dok. karya Hamka ini bercerita tentang adat dan perbedaan status sosial yang berlaku di Minangkabau. Novel ini mengisahkan tentang perdebatan mengenai harta warisan antara Pendekar Sutan dengan mamaknya. Mirisnya, Pendekar Sutan membunuh mamaknya dan tinggal di Makassar. Setelah itu, Pendekar Sutan menikah dan dikaruniai anak bernama Zainuddin. Namun Zainuddin menjadi yatim piatu dan memutuskan kembali ke kampung halaman almarhum ayahnya di Batipuh. Sesampainya di sana, Zainuddin diasingkan oleh keluarga ayahnya. Hidup Zainuddin diceritakan sangat terpuruk. Mulai dari ditinggal Hayati, perempuan yang ia cintai hingga harus berpindah tempat. Untungnya, sejak tinggal di Surabaya, Zainuddin menjadi novelis terkenal. Namun tiba-tiba saja rumah tangga Hayati bersama Aziz, retak setelah sang suami bunuh diri. Sebelum mengakhiri hidupnya, Aziz meninggalkan sepucuk surat yang isinya meminta Zainuddin menjaga Hayati. Tetapi, Zainuddin tidak memaafkan kesalahan Hayati dan menyuruhnya kembali ke kampung halaman menaiki kapal van der Wijck. Di pertengahan perjalanan, kapal tenggelam. Hayati berhasil dilarikan ke RS namun meninggal setelah Zainuddin datang. Setelahnya, Zainuddi jadi sakit-sakitan dan akhirnya menyusul Bidadari Bermata Bening - Habiburrahman El ShirazyBidadari Bermata Bening merupakan rekomendasi novel Islami karya Habiburrahman El Shirazy. Novel ini bercerita tentang seorang santriwati yang miskin bernama Ayna. Dia merupakan anak yang cerdas, sabar, dan kuat dalam menghadapi ujian hidup. Ternyata, dia menyimpan perasaan kepada Gus Afif yang akan melanjutkan pesantren. Sayangnya, cintanya mengalami banyak rintangan karena dia terpaksa menikah dengan seorang konglomerat bernama Yoyok. Yoyok merupakan orang yang tak pernah beribadah, malah mabuk-mabukan dan korupsi. Ayna pun kabur dan hidup susah. Sementara itu, Gus Afif ternyata memilih hidup sederhana di Bogor. Bagaimana kisah mereka akan berlanjut?* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan. Sangat menginspirasi, ada kisah cinta dari Nabi Muhammad SAW hingga Nabi Yusuf ASBegitu banyak kisah cinta dalam Islam yang menyentuh hati dan berakhir dengan hidup bahagia bersama pujaan hati. Sejak duhulu kala, sudah banyak kisah cinta nabi dan para sahabatnya yang tidak kalah romantis seperti zaman beberapa kisahnya disebut-sebut layaknya cerita dari film bergenre romantis yang laris di pasaran. Deretan kisah cinta ini bisa menjadi pelajaran dan inspirasi agar kehidupan rumah tangga tetap berada di jalan Allah siap mengulas sederet kisah cinta dalam Islam yang menyentuh Rasulullah SAW dan Khadijah binti KhuwailidFreepik/wirestockTeladan umat Islam ialah Rasulullah SAW. Ia membuktikan bahwa cintanya kepada Khadijah tetap abadi, walau sang Istri sudah meninggal. Jauh sebelum itu, ternyata Rasulullah telah memendam cintanya kepada Khadijah sebelum mereka setelah keperjian Khadijah, ada seorang perempuan shababiyah yang mendatangi Rasulullah, kemudian bertanya, “Ya Rasulullah, mengapa engkau tidak menikah? Engkau memiliki sembilan keluarga dan harus menjalankan seruan besar.”Sambil berderai air mata Rasulullah menjawab, “Masih adakah orang lain setelah Khadijah?”Jika saja Allah SWT tidak memerintahkan Muhammad SAW untuk menikah, pastilah beliau tidak akan menikah untuk selama-lamanya. Nabi Muhammad SAW menikahi Khadijah layaknya para pernikahan-pernikahan yang dilakukan setelah itu hanya karena tuntutannya sebagai Nabi SAW. Beliau tidak pernah melupakan Khadijah, walau sang Istri telah meninggal selama 14 tahun Rasulullah SAW dan AisyahFreepik/JcompKetika Nabi Muhammad SAW ditanya siapa istri yang paling dicintainya, tanpa berpikir panjang Rasulullah akan menjawab nama Aisyah. Tetapi ketika ditanya cintanya kepada Khadijah, beliau menjawab “Cinta itu Allah karuniakan kepadaku,”.Cinta Rasulullah kepada Aisyah dan Khadijah berbeda, serta keduanya punya pesona masing-masing. Khadijah memiliki pesona kematangan jiwa. Pesona tersebut memunculkan cinta sejati yang Allah SWT kirimkan ke dalam jiwa Nabi heran jika cinta Rasulullah tak kunjung hilang meski Khadijah telah tiada, sehingga Aisyah cemburu kepadanya. Sementara itu, pesona Aisyah merupakan gabungan dari kecantikan, kecerdasan, dan kematangan Salamah pernah berkata, “Rasul tidak dapat menahan diri jika bertemu dengan Aisyah,”Banyak kisah romantis yang menghiasi kehidupan rumah tangga Nabi Muhammad SAW dan pernah berlomba lari dengan Aisyah, bermanjaan diri kepada Aisyah. Bahkan, Rasul menyematkan panggilan kesayangan kepada Aisyah dengan menyebutnya juga pernah disisirkan rambutnya oleh Aisyah, dan masih banyak lagi kisah romantis serupa pasangan suami istri Abdurrahman bin Abu BakarFreepik/freepikAbdurrahman bin Abu Bakar Ash Shiddiq dan istrinya, Atika, dikenal sebagai pasangan suami istri yang saling mencintai. Suatu hari, Abu Bakar merasa khawatir dan meminta Abdurrahman menceraikan istrinya karena takut cinta keduanya berujung melalaikan pun menuruti perintah sang Papa, meski cintanya pada Atika begitu besar. Walaupun sudah bercerai, Abdurrahman tentu tidak bisa melupakan Atika begitu saja. Selama berhari-hari hidupnya larut dalam duka, walau telah berusaha untuk Abdurrahman itu pun melahirkan syair cinta indah sepanjang masaDemi Allah, tidaklah aku melupakanmuWalau mentari tak terbit meninggiDan tidaklah terurai air mata merpati ituKecuali berbagi hatiTak pernah kudapati orang sepertikuMenceraikan orang seperti diaDan tidaklah orang seperti dia dithalaq karena dosanyaDia berakhlaq mulia, beragama, dan bernabikan MuhammadBerbudi pekerti tinggi, bersifat pemalu dan halus tutur katanyaMelihat keterpurukan anaknya, akhirnya hati Abu Bakar luluh. Mereka diizinkan untuk rujuk kembali. Dari kisah ini, terbukti bahwa cinta Abdurrahman tak akan mengorbankan Ibadah dan jihadnya di jalan Allah SWT. Tak berapa lama kemudian, tekbukti ia Umar bin Abdul AzizFreepik/ hari, khalifah termasyhur dalam Bani Umayyah, yakni Umar bin Abdul Aziz, jatuh cinta kepada seorang perempuan. Namun istrinya, Fatimah binti Abdul Malik, tidak pernah mengizinkan suaminya untuk menikah diceritakan bahwa Umar jatuh sakit akibat kelelahan usai mengatur urusan pemerintahan. Fatimah pun datang membawa seseorang yang spesial guna menghibur menghadirkan perempuan yang telah lama dicintai Umar. Ternyata, perempuan tersebut secara diam-diam juga memendam rasa untuk Umar. Namun, Umar justru berkata “Tidak! Ini tidak boleh terjadi. Saya benar-benar tidak merubah diri saya kalau saya kembali kepada dunia perasaan semacam itu,"Akhirnya, ia menikahi perempuan tersebut dengan lelaki lain. Tidak ada cinta yang mati di sini. Karena sebelum meninggalkan rumah Umar, perempuab itu bertanya, "Umar, dulu kamu pernah mencintaiku. Tapi ke manakah cinta itu sekarang?"Umar bergetar haru, ia kemudian menjawab, "Cinta itu masih tetap ada, bahkan kini rasanya lebih dalam.”Editors' Picks5. Thalhah bin UbaidillahFreepik/freepikDiceritakan pada suatu hari Thalhah bin Ubaidillah sedang berbicang dengan Aisyah, istri Nabi Muhammad SAW, yang masih terhitung sebagai sepupunya. Rasulullah datang dan raut wajahnya langsung berubah tidak isyarat, beliau meminta Aisyah masuk ke dalam bilik. Wajah Thalhah sontak memerah dan undur diri dengan bergumam dalam hati, “Beliau melarangku berbincang dengan Aisyah. Tunggu saja, jika beliau telah diwafatkan Allah, takkan kubiarkan orang lain mendahuluiku melamar Aisyah.”Gumam hati dan ucapan Thalhah wahyu dan Allah menurunkan firman-Nya kepada sang Nabi dalam ayat ke-53 dalam surah Al-Ahzab, yang berbunyi“Dan apabila kalian meminta suatu hajat kepada istri Nabi itu, maka mintalah pada mereka dari balik hijab. Demikian itu lebih suci bagi hati kalian dan hati mereka. Kalian tiada boleh menyakiti Rasulullah dan tidak boleh menikahi istri-istrinya sesudah wafatnya selama-lamanya.”Saat ayat itu dibacakan kepadanya, Thalhah menangis. Ia kemudian memerdekakan budaknya, menyumbang 10 unta ke jalan Allah, dan menunaikan jahi dengan berjalan kaki sebagai bentuk taubat dari gantinya, Thalhah menamai putri kecilnya dengan Aisyah binti Thalhah. Perempuan berparas memesona yang menjadi permata pada zamannya berkat paras, kecerdasan, dan kecemerlangannya. Persis seperti Aisyah binti Abu Bakar yang pernah dicintainya Ali bin Abi Thalib dan Fatimah Az-ZahraFreepik/ Ali bin Abi Thalib dan Fatimah Az-Zahra luar biasa indah dan menginspirasi. Cinta keduanya terjaga kerahasiaannya dalam bersikap, ekspresi, dan tutur kata, sehingga Allah SWT menyatukan mereka dalam ikatan saking rahasianya, setan sampai tidak tahu tentang perasaan cinta yang dimiliki keduanya. Ali telah terpesona kepada Fatimah sejak lama, lantaran karena kesantunan, ibadah, kecekatan kerja, dan paras menawan dari putri kesayangan Rasulullah SAW Ali merasa sakit ketika melihat Abu Bakar dan Umar bin Khattab melamar Aisyah, sementara dirinya sendiri pun belum siap untuk melakukan hal yang sama. Namun, kesabarannya berbuah kedua orang sahabat Nabi yang tidak perlu diragukan lagi kesolehannya tersebut rupanya ditolak oleh Rasulullah SAW. Dari situ, akhirnya Ali memberanikan diri untuk melamar Fatimah dan ternyata lamarannya yang hanya bermodalkan baju besi sisi lain, Fatimah rupanya telah memendam rasa cinta kepada Ali sejak lama. Setelah keduanya menikah, Fatimah berkata kepada Ali, “Maafkan aku, karena sebelum menikah denganmu. Aku pernah satu kali merasakan jatuh cinta pada seorang pemuda dan aku ingin menikah dengannya,”Ali pun bertanya mengapa Fatimah tetap mau menikah dengannya dan apakah ia menyesal telah menikah dengannya. Sembari tersenyum Fatimah menjawab, “Pemuda itu adalah dirimu”.7. Kisah cinta yang membawa keduanya bertemu di surgaFreepik/pressfotoDikisahkan ada sosok lelaki berparas menawan yang dikenal rajin dan taat. Suatu waktu dia berkunjung ke kampung dari Bani An-Nakha. Ia melihat seorang perempuan berparas memesona, sehingga dirinya jatuh cinta dan cintanya tidak bertepuk sebelah tangan. Karena sudah jatuh cinta, akhirnya lelaki tersebut mengutus seseorang untuk melamar sang kekasih hati. Sayangnya, sang Papa mengabarkan bahwa putrinya telah dijodohkan dengan begitu, cinta mereka tidak padam begitu saja, bahkan semakin mengobar. Dari situ, sang Perempuan pun berinisiatif mengirim pesan, berisikan, “Aku telah tahu betapa besar cintamu kepadaku, dan betapa besar pula aku diuji dengan kamu. Bila kamu setuju, aku akan mengunjungimu atau aku akan mempermudah jalan bagimu untuk datang menemuiku di rumahku.”Dijawab oleh lelaki tadi melalui orang suruhannya, “Aku tidak setuju dengan dua alternatif itu, sesungguhnya aku merasa takut bila aku berbuat maksiat pada Rabbku akan adzab yang akan menimpaku pada hari yang besar. Aku takut pada api yang tidak pernah mengecil nyalanya dan tidak pernah padam kobaranya.”Ketika disampaikan pesan tadi kepada si Perempuan, dia berkata, "Walau demikian, rupanya dia masih takut kepada Allah? Demi Allah, tak ada seseorang yang lebih berhak untuk bertaqwa kepada Allah dari orang lain. Semua hamba sama-sama berhak untuk itu."Dari situ, perempuan tersebut langsung meninggalkan urusan dunia serta menyingkirkan perbuatan-perbuatan buruknya untuk beribadah mendekatkan diri kepada Allah SWT. Di sisi lain, dia masih menyimpan rasa cinta dan rindu kepada pujaan tubuhnya mulai kurus karena menahan rasa rindu, hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia. Lelaki itu sering sekali berziarah ke makam, menangis, sekaligus hari, dia tertidur di atas kuburan perempuan yang dicintainya itu. Dia bermimpi bertemu dengan kekasih hatinya dengan penampilan yang sangan baik. Dalam mimpi dia bertanya, “Bagaimana keadaanmu? Dan apa yang kau dapatkan setelah meninggal?”Dia menjawab, "Sebaik-baik cinta wahai orang yang bertanya, adalah cintamu. Sebuah cinta yang dapat mengiring menuju kebaikan."Lelaki itu kembali bertanya, “Jika demikian, ke manakah kau menuju?"Perempuan tersebut menjawab, "Aku sekarang menuju pada kenikmatan dan kehidupan yang tak berakhir. Di Surga kekekalan yang dapat kumiliki dan tidak akan pernah rusak."Sang Lelaki berkata, "Aku harap kau selalu ingat padaku di sana, sebab aku di sini juga tidak melupakanmu."Dan dijawab, "Demi Allah, aku juga tidak melupakanmu. Dan aku meminta kepada Tuhanku dan Tuhanmu Allah SWT agar kita nanti bisa dikumpulkan. Maka, bantulah aku dalam hal ini dengan kesungguhanmu dalam ibadah."Lelaki itu bertanya, "Kapan aku bisa melihatmu?"Perempuan itu pun menjawab, "Tak lama lagi kau akan datang melihat kami."Tepat tujuh hari setelah mimpi itu berlalu, lelaki tersebut dipanggil oleh Allah SWT karena dinyatakan meninggal Zulaikha dan Yusuf ASPexels/CaioCinta Zulaikha kepada Nabi Yusuf AS sangatlah besar. Konon, Zulaikha sampai takut cintanya kepada Yusuf merusak cintanya kepada Allah SWT. Buat yang belum tahu, Zulaikha merupakan seorang putri raja dari kerajaan di barat Maghrib negeri Zulaikha dan Nabi Yusuf AS terdapat dalam Alquran Surah Yusuf ayat 21 sampai 36 serta ada juga di ayat 51. Setelah ayat tersebut, Alquran tidak menceritakan lebih lanjut hubungan Ibn Katsir di dalam Tafsir Surah Yusuf memetik bahwa Muhammad bin Ishak berkata jika kedudukan yang diperoleh Yusuf AS oleh raja mesir merupakan kedudukan yang dulunya dimiliki suami Zulaikha sebelum suaminya meninggal, Yusuf dikisahkan telah beristrikan Zulaikha. Setelah resmi menjadi pasangan suami istri, berkatalah Yusuf kepada Zulaikha, “Tidakkah keadaan dan hubungan kita sekarang ini lebih baik dari apa yang pernah engkau inginkan?”Zulaikha pun menjawab, “Janganlah engkau menyalahkan aku, hai kekasihku, aku sebagai wanita yang cantik, muda belia bersuamikan seorang pemuda yang berketerampilan dingin, menemuimu sebagai pemuda yang tampan, gagah perkasa bertubuh indah, apakah salah bila aku jatuh cinta kepadamu dan lupa akan kedudukanku sebagai wanita yang bersuami?”Dikisahkan pula bahwa Yusuf menikahi Zulaikha masih dalam keadaan perawan. Dari pernikahan tersebut, keduanya dikaruniai dua orang putra bernama Ifraitsim bin Yusuf dan Misya bin Ummu Sulaim dan Abu ThalhahFreepik/master1305Ummu Sulaim adalah janda dari Malik bin Nadhir. Abu Thalhah yang telah memendam rasa cinta dan kagum akhirnya memberanikan diri untuk menikahi Ummu Sulaimn tanpa banyak di luar dugaan, jawaban Ummu Sulaimn dengan nada sopan dan penuh rasa hormat membuat Abu Thalhah tak berkutik, “Sesungguhnya saya tidak pantas menolak orang yang seperti engkau, wahai Abu Thalhah. Hanya sayang engkau seorang kafir dan saya seorang muslimah. Maka tak pantas bagiku menikah denganmu. Coba kamu tebak apa keinginan saya?”“Engkau menginginkan dinar dan kenikmatan,” kata Abu Thalhah.“Sedikit pun saya tidak menginginkan dinar dan kenikmatan. Yang saya inginkan hanya engkau segera memeluk agama Islam,” tukas Ummu Sualim.“Tetapi saya tidak mengerti siapa yang akan menjadi pembimbingku?” tanya Abu Thalhah.“Tentu saja pembimbingmu adalah Rasulullah sendiri,” tegas Ummu Abu Thalhah langsung pergi menjumpai Rasulullah SAW, yang kala itu sedang duduk bersama para sahabatnya. Melihat kedatangan Abu Thalhah, Rasulullah berkata, “Abu Thalhah telah datang kepada kalian, dan cahaya Islam tampak pada kedua bola matanya.”Ummu Sulaimn hanya mau dinikahi dengan keislamannya tanpa sedikit pun merasa tergiur oleh kenikmatan yang dijanjikan. Lisan Abu Thalhah pun mengulang-ulang kalimat, “Saya mengikuti ajaran Anda, wahai Rasulullah. Saya bersaksi, bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi kecuali Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan-Nya."Pada akhirnya, menikahkah Ummu Sulaim dengan Abu Thalhah. Mahar yang diterima adalah berupa keislaman Tsabit –seorang perawi hadits- meriwayatkan dari Anas, "Sama sekali aku belum pernah mendengar seorang wanita yang maharnya lebih mulia dari Ummu Sulaim, yaitu keislaman suaminya."Keduanya pun menjalani kehidupan rumah tangga dengan damai dan sejahtera dalam naungan cahaya Kisah seorang lelaki yang menemukan apelunsplash/Priscilla Du PreezAlkisah, ada seorang lelaki yang berniat menuntut ilmu. Saat dalam keadaan haus, ia tidak sadar memakan apel yang ditemukannya di sungai. Dia merasa bersalah karena memakan apel milik orang lain tanpa meminta izin terlebih ia menunda perjalanannya menuntut ilmu demi bisa bertemu dengan sang pemilik apel. Tak lama kemudian, dia sampai ke rumah pemilik apel yang dihiasi kebun apel tumbuh dengan lebatnya.“Assalamualaikum,”"Waalaikumsalam jawab lelaki tua dari dalam dipersilahkan masuk, sang Lelaki langsung mengatakan maksud kedatangannya tanpa bertele-tele."Berapa harus kutebus harga apel ini agar kau rida apel ini aku makan pak tua?” pak tua itu menjawab. "Tak usah kau bayar apel itu, tapi kau harus bekerja di kebunku selama tiga tahun tanpa dibayar, apakah kau mau?"Lelaki tersebut tampak berpikir, namun pada akhirnya selama tiga tahun ia rela bekerja tanpa digaji. Sebab, itu satu-satunya pilihan agar apel yang sudah dimakannya terasa sudah tiga tahun ia bekerja di kebun. Di hari terakhir bekerja, ia hendak pamit kepada pemilik kebun."Pak tua, sekarang waktuku bekerja di tempatmu sudah berakhir, apakah sekarang kau rida kalau apelmu sudah aku makan?"Pak tua itu diam sejenak, kemudian menjawab, "Belum."Lelaki itu terhenyak. "Kenapa pak tua, bukankah aku sudah bekerja selama tiga tahun di kebunmu.""Ya, tapi aku tetap tidak rida jika kau belum melakukan satu permintaanku lagi.""Apa itu pak tua?""Kau harus menikahi putriku, apakah kau mau?""Ya, aku mau." tua itu menambahkan lebih lanjut. "Tapi, putriku buta, tuli, bisu dan lumpuh, apakah kau mau?"Lelaki tersebut tampak berpikir, namun lagi-lagi dia kembali mengingat segigit apel yang telah dimakannya. Dia pun menyetujui untuk menikah dengan anak pemilik kebun apel demi mencari rida atas apel yang telah dimakannya."Baiklah pak, aku mau."Setelah ijab kabul dilaksanakan, lelaki itu pun masuk ke kamar pengantin. Dia mengucapkan salam dan betapa kagetnya ia saat mendengar salamnya dibalas dalam kamarnya. Seketika ia berlari untuk mencari pak tua yang telah menjadi mertuanya."Ayahanda, siapakah wanita yang ada didalam kamar pengantinku? Kenapa aku tidak menemukan istriku?"Pak tua itu tersenyum dan menjawab, "Masuklah nak, itu kamarmu dan yang di dalam sana adalah istimu."Tentu hal tersebut membuatnya bingung. "Tapi ayahanda, bukankah istriku buta, tuli tapi kenapa dia bisa mendengar salamku? Bukankah dia bisu tapi kenapa dia bisa menjawab salamku?”Pak tua itu lagi-lagi tersenyum dan menjelaskan,"Ya, memang dia buta, buta dari segala hal yang dilarang Allah. Dia tuli, tuli dari hal-hal yang tidak pantas didengarnya dan dilarang Allah. Dia memang bisu, bisu dari hal yang sifatnya sia-sia dan dilarang Allah, dan dia lumpuh, karena tidak bisa berjalan ke tempat-tempat yang maksiat."Sang Lelaki hanya terdiam dan mengucap lirih "Subhanallah,”Mereka pun hidup bahagia berkat cinta dari Allah itulah beberapa kisah cinta dalam Islam yang menyentuh hati. Benar-benar inspiratif, ya?Baca jugaTermasuk Istri Salihah, Apa Saja Pahala Taat kepada Suami dalam Islam?Hukum Suami Menyuruh Istri Bekerja dalam IslamKisah Cinta Nabi Yusuf dan Zulaikha, Cinta yang Datang di Waktu Tepat Cerita cinta islami romantis dan menyentuh hati nyatanya banyak hadir di kisah nyata di lingkungan kita. Kisah romantis islami banyak menuai sisi positif di dalamnya yang bisa dijadikan pelajaran dalam mengarungi kisah cinta. Cinta suci yang dibalut dengan keromantisan yang islami tentunya akan membuat para penikmat cerita adem. Ini adalah hasil karya cerita saya sendiri yang diadaptasi dari sekeliling saya sebagai alur latar dan tokoh di samarkan. Cerita Cinta Islami Romantis Seru dan Menarik Berikut beberapa cerita cinta islami romantis dan menarik, diantaranya adalah 1. Harum dan Iqbal Harum merupakan seorang gadis yang berparas cantik dan juga pintar. Selain itu ia juga seorang muslim yang taat. Pekerjaannya saat ini menjadi seorang penulis di sebuah Redaksi Percetakan. Suatu ketika ada seorang artis piguran yang mengunjungi tempat kerja dari Harum. Dan lelaki tersebut bernama Iqbal. Ternyata selain menjadi artis Iqbal ini berpropesi sebagai penulis juga. Karena seringnya bertemu memberikan perasaan muncul di antara keduanya. Namun, sayang Iqbal ternyata seorang katolik. Dan Harum mulai menjauhi Iqbal ditakutkan ia akan terus kebablasan berkomunikasi dengan lawan jenis. Tapi Iqbal sudah terlanjur jatuh hati hingga ia melakukan berbagai cara untuk mendapatkan harum. Iqbal juga sekarang menjadi seorang mualaf. Dengan kesungguhannya dalam bebebrapa bulan terakhir ia sudah hapal do’a do’a shalat. Karena Harum ingin memiliki imam yang baik. Iqbal terus bersemangat dengan menghafal beberapa surat dalam al-qur’an. Dan alhamdulillahnya dalam enam bulan ia sudah menghapal beberapa surat dan semakin lancar membaca bacaan sholat. Akhirnya untuk meyakinkan orang tua harum ia melamar Harum dan akhirnya orang tua Harum menyetujui pernikahan tersebut. Dan menikahlah mereka dengan mas kawin sebuah surat al-qur’an yang Iqbal hafal. 2. Cerita Islami Perjodohan Ana adalah seorang mahasiswa jurusan Bahasa Inggris yang sebentar lagi akan lulus. Namun, orang tua Ana mendesaknya untuk segera menikah dan Ana akan dinikahkan dengan seorang lelaki pilihan Bapak. Ana yang merupakan anak yang berbakti menuruti semua kemauan orang tuanya. dan ia tidak tahu laki-laki seperti apa yang akan dia nikahi. Ana akhirnya menyandang gelar Bahasa Inggris dengan predikat cumluade. Tibalah hari pernikahan itu sebelumnya Ana telah mengetahui siapa yang akan menjadi jodohnya. Yaitu seorang lelaki bernama Burhan yang usianya kini 58 tahun. Dan telah memiliki 5 orang anak dan 6 orang cucu. Namun, Ana menerima perjodohan tersebut meski calonnya lebih tua dari bapaknya. Tapi, karena Ana sangat menghormati orang tua dan yakin ituu merupakan pilihan terbaik dari orang tua dan jodoh terbaik dari Allah SWT. Ana yang kebingungan setelah pernikahannya dan mulai mencoba akrab dengan anak-anak tirinya. Yang sebagiannya tidak setuju Bapak menikahi Ana. Tapi karena melihat sikap Ana wanita yang sholehah akhirnya keluarga menerima dengan baik. 3. Cerita Islami Yang Mengharukan Bintang dan Senja merupakan sepasang kekasih dari SMA. Dari SMA kelas dua mereka mulai menjalin kasih. Hingga mereka kuliah di universitas yang berbeda dan berbeda kota tapi hubungan mereka tetap berlanjut. Dan setiap bulan sekali Bintang selalu menemui Senja di kotanya. Dan Bintang selalu ingin menemui senja di sebuah hotel. Karena takut terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan akhirnya Senja tidak pernah setuju. Dan Bintang mengiyakan saja. tapi karena Senja penasaran akhirnya ia ingin memberikan kejutan kepada Bintang untuk menemuinya di kotanya. Dan betapa terkejutnya Senja ternyata Bintang tengah bersama dengan wanita di kosannya. Dari situlah Senja tidak percaya Bintang lagi. Dan ia menyesal telah berpacaran dengan Bintang selama bertahun-tahun. Namun, hanya pengkhianatan yang ia dapatkan. Akhirnya ia bertobat dan Senja berjanji tak akan berpacaran lagi dan berharap pada manusia. Akhirnya ada teman ayahnya yang menjodohkannya dengan seorang anak kiayi kenalan Ayahnya. Dan menikahlah Senja dengan Fikri tanpa berpacaran terlebih dahulu. Dan kini mereka telah dikaruniai dua orang putra dan putri. Dan Senja sangat bersyukur telah meninggalkan kebiasaan berpacaran sehingga ia menemukan jodoh terbaiknya. 4. Kisah Sedih Nyata Islami Suatu ketika Nayila di jodohkan oleh sang ayah untuk menikah dengan seorang lelaki yang tidak di kenalnya. Padahal Nayla memiliki seorang kekasih yang bernama Edo. Ayahnya Nayla tidak suka karena sikap Edo yang sembrono dan kurang agama. Tapi Nayla mencintai Edo. Hingga hari pernikahan tiba Nayla sangat membenci calon suaminya tersebut. Namun, Imam tidak membalas apa yang diperbuat oleh istrinya. Saat malam pengantin Nayla melempar bantal dan selimut ke muka Imam. Imam tak bergeming ia hanya mengambil bantal dan selimut lalu tidur meringkuk di samping ranjang Nayla. Nayla berkata “Jangan harap aku akan berbuat lembut terhadapmu aku mencintai lelaki lain” Saat tengah malam Nayla tersadar ternyata Imam tengah menjalankan shalat tahajud. Dan itu membuat hati Nayla sedikit bergetar. Tapi, itu tak cukup membuat hati Nayla mencintai Imam. Hingga satu tahun lamanya akhirnya Nayla luluh atas kesetiaan dan penghormatan dari suaminya. Akhirnya ia mulai membuka hati. Namun, saat itu Imam tengah demam tapi karena ia telah mendapatkan izin dari istrinya akhirnya ia melakukannya. Imam menjadi suami yang sesungguhnya sejak hari itu. Dan dari kejadian itu Nayla akhirnya memiliki buah hati. Tapi, kebahagiaan itu tak berlangsung lama. Saat usia Hafidz enam bulan. Imam mengalami kecelakaan dan akhirnya ia meninggalkan Nayla dan Hafidz selamanya. “Begitu cepat kamu pergi meninggalkan kami mas, aku sangat bersyukur telah mengenalmu. Ini adalah hadiah paling berharga yang kamu tinggalkan”. Sambil mengelus kepala Hapidz yang tengah terlelap. Terkadang apa yang tidak kamu sukai adalah hal yang terbaik yang Allah berikan untukmu jangan lupa untuk bersyukur atas apa pun yang terjadi. 5. Kisah Cinta Paling Serasi Namaku Midah dan ini suamiku Irfan. Menurut orang kamu mau-maunya nerima lelaki yang wajahnya jelek seperti itu. Ya, wajah Irfan memiliki perbedaaan dari manusia normal lainnya. Dimana ia akan sedikit seperti monster bagi yang baru pertama melihatnya. Dan itu merupakan kelainan genetik yang diturunkan dari orang tua Irfan. Dimana adik-adiknya juga memiliki wajah yang sama. Banyak cemoohan yang hadir terhadap kami. Bukan hanya kepada Irfan aku yang kini menjadi istrinya kian menjadi sorotan. Namun, hal tersebut tidak aku gubris. Karena aku sangat menyayangi suamiku. Dia penyayang, sabar, dan sangat perhatian. Dia memiliki sikap lembut yang menyejukan hatiku. Aku sangat bersyukur memilikinya. Ia memperlakukan wanita sungguh sangat luar biasa. Janganlah menilai seseorang dari penampilan saja. tapi juga sikap. Karena sebuah rumah tangga akan bertahan jika memang saling mencintai bukan karena kurang materi atau fisik tapi kurangnya cinta dan rasa syukur.

cerita islami menyentuh hati